|
Modus kejahatan typosite ini terlihat cukup unik dan nyaris tidak disadari oleh korbannya. Caranya, pelaku membuat situs yang memiliki nama yang nyaris serupa dengan nama situs bank resmi. Misalkan, bank resmi yang memiliki alamat di http://bankku.com/ dibuat samarannya dengan alamat http://banku.com/. Anda lihat, perbedaan kedua alamat situs tersebut nyaris susah dibedakan bukan? Bank resmi memiliki nama "bankku" (dengan 2 'k') sedangkan situs palsu menggunakan "banku" (hanya 1 'k'). Anda mengerti alasannya? Yap! Pelaku sengaja membuat situs palsu yang penampilannya sama dengan situs aslinya. Dengan harapan sang korban ketika hendak meluncur ke situs bank resmi untuk melakukan transaksi, salah mengetik alamat websitenya. Akan tetapi hal ini tidak disadari sama sekali oleh sang korban. Korban hanya tahu, bahwa situs yang ia jumpai adalah situs bank resmi. Sehingga, tanpa rasa curiga sedikitpun ia dengan tenang memasukkan ID dan Password rekeningnya saat bertransaksi. Anda tentu tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Pemilik situs palsu sudah mengantongi nomor rekening sekaligus ID & Passwordnya, yang kemudian akan digunakan untuk membobol rekening korban. Modus lain yang juga kerap dilakukan adalah, carder mengirimkan e-mail kepada Anda yang berisi sebuah pengumuman bahwa Anda telah memenangkan undian berhadiah. Dan jika hendak mengambil hadiah tersebut, Anda diminta untuk mengklik alamat website yang telah disediakan. Selanjutnya, pemilik situs akan meminta anda untuk mencantumkan nomor rekening dengan alasan sebagai ganti ongkos kirim paket hadiah tersebut. Tentu saja, Anda tidak akan merasa keberatan jika membandingkan besar uang yang harus dikeluarkan untuk ongkos kirim dengan harga hadiah yang ditawarkan. Maka saran saya, jangan pernah percaya terhadap e-mail-e-mail seperti ini. Apalagi jika Anda tidak pernah mengikuti undian tersebut. Berikut gambaran modus Typosite.
Selain typosite, jenis cyber crime lainnya yang juga kerap dilakukan oleh para carder adalah dengan menggunakan Key Logger. Hal ini terutama saya tekankan kepada para pengguna internet dari tempat umum semisal warnet untuk lebih berhati-hati. Pasalnya, modus key logger ini adalah dengan menempatkan sebuah program logger tertentu di komputer warnet yang berfungsi mengunci setiap tuts keyboard komputer. Jadi, setiap kali Anda menekan tombol keyboard, jejaknya akan langsung tersimpan di komputer. Lalu, data hasil me-log tuts/tombol keyboard itu akan dikirim ke alamat e-mail si pelaku.
|