Jayus. Ah... entah darimana dan siapa yang pertama kali mempopulerkan istilah itu. Kalau dulu ada istilah "garing", "basi", dan lain sebagainya untuk menyebut sesuatu atau seseorang yang berniat melucu tapi tak berhasil mendapatkan tawa orang lain, maka sekarang ada istilah baru, Jayus.
Bukan barang baru memang, lantaran saya juga telah menyantap istilah ini semenjak duduk di bangku SMU beberapa tahun silam. Kebetulan dulu saya masuk ke salah satu sekolah unggulan di Jakarta. Dan tentu saja, status tersebut tak dapat dipisahkan dengan image borjuis, parlente dan hedonis.
Dari sekolah ini pulalah saya diperkenalkan secara "sengaja" oleh seorang guru disana dengan istilah "Jayus".
Selang beberapa waktu kemudian, tepatnya semenjak saya mulai masuk ke jenjang perkuliahan, istilah ini tak lagi mampir ke telinga. Entah karena memang istilah itu belum populer di kampus sini atau karena hal lain.
Sebenarnya dengan keadaan ini, saya cukup merasa nyaman lantaran tidak lagi "berkesempatan" mendengar istilah "Jayus" tersebut. Namun sayang, beberapa waktu lalu beberapa orang sahabat -saya berhusnudzon karena ketidaktahuan mereka- di komunitas blog muslim terus menerus saling mencela dengan kata "Jayus".
Lantas, memangnya ada apa dengan Jayus? Mari kita perhatikan Sabda Baginda Muhammad Rosululloh shollallohu'alaihi wassalam *) berikut ini:
"Ada 10 golongan dari umatku tidak akan masuk surga, kecuali mereka bertaubat. Mereka itu adalah : Qala', Jayus, Qattat, Dabub, Dayus, Shahibul Artabah, Shahibul Khubah, 'Uthlull, Zaniem dan Al 'Aq liwalidaihi."
Sahabat lantas bertanya apa arti yang 10 tersebut itu. Rosululloh sholallohu 'alaihi wassalam menjawab:
- Qala' : orang penjilat yang keluar masuk rumah penguasa.
- Jayus : orang yang mencuri kain kafan dari dalam kubur.
- Qattat : orang yang suka mengadu domba.
- Dabub : orang yang mengelola perempuan pelacur (gigolo).
- Dayus : orang yang tidak cemburu terhadap istrinya.
- Shahibul Arthabah : orang yang kerjanya memukul gendang.
- Shahibul Khubah : orang yang kerjanya memukul genderang.
- 'Uthul : orang yang tidak mau memaafkan kesalahan orang lain.
- Zaniem : anak zina yang kerjanya cuma nongkrong di pinggir jalan.
- Al 'Aq liwalidaihi : yang suka melawan kedua orangtuanya.
Nah, masihkah tega untuk saling mencela dengan kata-kata Jayus ini? Sungguh, takkan masuk surga seseorang yang di dalam dirinya masih ada sifat-sifat jahil!
"Ya Alloh...hindarkanlah diri kami dari sikap saling mencela, jagalah perkataan kami dari hal-hal yang tidak kami ketahui maksudnya, masukkanlah diri kami dan sahabat-sahabat kami serta sesama saudara muslim ke dalam ridho dan Jannah-Mu."
*) Mahyuddin Ibrahim, "Ucapan Bijak Orang-orang Besar di Dunia"