Cinta kepada kedua orang tua Ibu-Bapak memiliki tempat yang begitu agung setelah cinta kepada Alloh dan Rosul-Nya. Bahkan, bentuk kecintaan kita kepada keduanya tetap bisa diwujudkan walaupun mereka telah tiada dengan cara mendo'akan mereka. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallohu 'anhu:
"Apabila mati anak Adam, maka terputuslah segala amalnya, kecuali tiga macam amalan, yaitu shadaqah yang mengalir terus menerus, ilmu yang bermanfaat yang diamalkan, dan anak sholeh yang selalu mendoakan baik kedua orang tuanya."
(HR. Muslim)
Arti penting mencintai kedua orang tua kita melebihi yang lainnya setelah Alloh dan Rosul-Nya, tak lain karena hanya dengan kasih sayang merekalah kita masih dapat merasakan indahnya dunia ini. Terlebih seorang ibu yang telah mengandung kita dengan susah payah di rahimnya. Hingga tiba waktu melahirkan yang taruhannya antara hidup dan mati. Bahkan dalam waktu dua tahun rela membagi makanannya dengan kita lewat ASI-nya.
Seorang ayah juga tak kalah penting memegang peranan penting dalam kehidupan kita. Beliau telah bersusah payah mencari rezeki untuk menafkahi keluarganya. Tak peduli siang-malam, panas-hujan, sehat maupun sakit, semua itu dijalaninya dengan ikhlas demi keluarga yang dicintainya.
Maka, setelah kita dewasa sudahkah kita mengatakan cinta kepada mereka? Jangan sampai ada perkataan atau perbuatan yang justru menyakiti perasaan mereka. Sudah seyogyanya kita harus senantiasa membahagiakan mereka. Tak ada kebahagiaan yang diinginkan orang tua dari anaknya selain melihat sang anak berakhlaq mulia.
"Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang ibu-bapakmu, hanya kepada-Ku lah kembalimu."
(QS. Luqman, 031 : 013)
Anak yang berakhlaq mulia ibarat mutiara di tengah gurun. Menjadi embun penyejuk mata. Kewajiban seorang anak antara lain senantiasa bersikap lemah lembut kepada keduanya hingga keduanya udzur.
"Dan Tuhanmu memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "Ah!" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."
(QS. Al Israa' 017 : 023)
Kecuali jika kedua orang tua kita mengajak kepada kemusyrikan, menyekutukan Alloh subhanahu wa ta'ala, sebagai seorang muslim harus memiliki sikap tegas. Namun untuk urusan selain kemusyrikan kita harus tetap menjaga keduanya dengan baik.
"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada sepengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Ku lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Luqman 031 : 015)
Wallohu'alam bish showab.