Kita tentu ingat pada sejarah kapal pesiar Titanic. Kapal tersebut pada zamannya adalah kapal terhebat dan terbesar. Orang yang membuat kapal tersebut dengan bangganya mengatakan bahwa Titanic dengan segala kehebatan yang dimilikinya tidak akan mungkin tenggelam.
Tapi malang tidak dapat ditolak. Titanic ternyata harus tenggelam ketika berhadapan 'hanya' oleh beberapa karang di lautan Atlantik. Lalu hilanglah mitos bahwa Titanic adalah kapal terhebat kala itu. Dan ini sekaligus menegaskan kepada manusia bahwa kita bagaimana pun hebatnya, tidak boleh dan tidak bisa menyombongkan diri di hadapan Alloh.
Salah satu implementasi Cinta kepada Alloh subhanahu wa ta'ala adalah dengan menjadikan-Nya satu-satunya sandaran dalam tiap desah nafas kehidupan kita. Alloh-lah tempat kita mengadu, Alloh-lah tempat kita berharap, karena memang hanya Dia yang memiliki segala kehebatan!
Tak kan berguna seluruh ilmu kita tanpa keridhoan dari-Nya. Tak kan terjadi sesuatu yang buruk maupun kebaikan yang 'kan menimpa kita selain atas kehendak dan Izin dari-Nya! Lalu mengapa kita masih ragu dalam memberikan sepenuh jiwa kita, cinta kita hanya untuk Alloh??!
Makhluk pasti akan membuat kita kecewa, tapi Kholiq tak akan pernah sekalipun mengecewakan kita. Lantas, mengapa masih saja menduakan Alloh dengan makhluk ciptaan-Nya?! Jika makhluk-Nya saja begitu indah, bukankah sang Penciptanya akan jauh lebih indah lagi?
Ciri lain orang yang mencintai Alloh memiliki jiwa qana'ah, menerima segala keputusan Alloh dengan hati lapang. Selalu bersikap husnudzon, berprasangka baik. Hingga pada akhirnya akan menimbulkan suatu kepasrahan yang tinggi dalam tawakkal.
Tawakkal akan menunjukkan keyakinan bahwa dibalik semua perencanaan yang kita buat, dibalik semua usaha yang telah kita lakukan dan dibalik semua do'a yang telah kita panjatkan, ada kehendak Alloh disitu. Kita hanyalah manusia biasa yang hanya bisa berusaha dan berdo'a, selebihnya... terserah pada Alloh semata. Oleh karena itu, Alloh mengajarkan sikap tawakkal kepada hamba-Nya :
"...Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakkallah kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya."
(QS. Ali Imran, 003 : 159)
Dimana dengan sikap tawakkal ini akan menjadikan kita lebih tenang dalam menjalani kehidupan ini. Dengan sikap tawakkal juga maka di dalam diri kita tidak akan muncul sikap kesombongan dan gembira yang berlebih-lebihan manakala usaha kita berhasil.
Dan kita juga tidak akan sedih berkepanjangan manakala usaha yang kita lakukan tidak memperlihatkan hasil sesuai yang kita harapkan. Dengan sikap tawakkal kita akan lebih mudah dalam menerima ketentuan Alloh pada diri-diri kita sehingga hilanglah sikap su'udzon kepada Alloh. Yang ada hanyalah sikap berbaik sangka terhadap segala keputusan Alloh.
Wallohu'alam bish showab.