Sifat Program : Monodisipliner (MD)
Jenis Program : Pokok Non-Tema
Observasi :
Dalam rapat konsultasi dengan warga, diketahui bahwa warga belum begitu memahami apa yang dimaksud dengan "Korupsi" meskipun sudah sering mendengar kata ini. Sebagian ada yang berpendapat bahwa korupsi hanya bisa dilakukan oleh para pejabat tinggi. Padahal bibit korupsi bisa dengan mudah dijumpai dalam keseharian mereka. Untuk itulah, saat diberikan gambaran umum tentang contoh-contoh korupsi dalam kehidupan sehari-hari, warga menjadi tertarik dan menyambut positif rencana program ini.
Realisasi Program :
Guna mensukseskan program ini, mahasiswa mengajak KPK untuk bekerjasama dengan mengajukan proposal permohonan (disampaikan melalui e-mail) bantuan berupa materi penyuluhan seperti poster, buku, stiker, film, dan sebagainya.
Sayangnya materi penyuluhan baru didapatkan dalam pekan terakhir waktu pelaksanaan program KKN PPM. Namun demikian, saat melakukan penyebaran materi, antusiasme warga terlebih stakeholder di Desa Triwidadi (Kecamatan Pajangan) ini cukup bagus. Respon yang mereka berikan terhadap program ini sangat positif. Materi penyuluhan diberikan antara lain ke Polsek Pajangan, Puskesmas Pajangan, Camat Pajangan, Lurah Pajangan, SD Triwidadi dan warga serta tokoh Dusun Jojoran Kulon pada umumnya.
Saat memberikan materi berupa buku, brosur, stiker dan pin, mahasiswa juga memberikan penjelasan contoh-contoh korupsi yang dapat dengan mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Penilaian Program :
Program ini dinilai dari antusiasme yang muncul dapat dikatakan berlangsung dengan baik. Terlebih respon yang diberikan oleh stakeholder masyarakat seperti pak Teguh selaku kepala Puskesmas yang menyambut baik pemberian buku-buku dan brosur untuk ditempatkan di perpustakaan Puskesmas serta pemasangan pin anti-korupsi kepada petugas puskesmas.
Hal yang sama disampaikan oleh Aiptu Sugeng sebagai perwakilan Polsek Pajangan dan ibu Ninik atas nama Camat Pajangan yang berjanji akan meneruskan wawasan tentang korupsi ini kepada masyarakat melalui program Bimmas yang telah menjadi agenda rutin mereka.
Bahkan, saat menyuluh siswa/i kelas VI SD Triwidadi saat pelajaran SBK, peserta sangat tertarik dengan contoh-contoh korupsi yang diberikan. Seperti mencontek, tidak mengerjakan tugas/PR sendiri, tidak membayarkan uang SPP dari orangtua, dsb. Guru-guru SD pun merasa senang sekali dengan materi-materi yang diberikan berupa buku, stiker dan pin.
Faktor Pendukung :
Kerjasama yang baik dari KPK yang telah memberikan materi penyuluhan seperti buku, brosur, stiker dan pin kampanye anti-korupsi juga antusiasme berbagai elemen masyarakat.
Faktor Penghambat :
Pengiriman paket materi penyuluhan yang tertunda.
Lampiran :



