Sifat Program : Monodisipliner (MD)
Jenis Program : Pokok Tema
Keterangan Kerja : Sie. Peralatan & Perlengkapan (PerKap)
Observasi :
Program kerja ini merupakan inti dari kegiatan KKN PPM UGM Triwidadi 2007. Proses observasi telah dilakukan beberapa kali baik sebelum mahasiswa diterjunkan ke lapangan maupun saat penerjunan.
Dari beberapa kali proses observasi itu didapati kenyataan bahwa kesadaran masyarakat tentang arti penting kesehatan gigi dan mulut sebagai cerminan kesehatan seseorang secara umum masih sering diabaikan. Masyarakat masih belum terlalu peduli akan kesehatan gigi dan mulut bila dibandingkan dengan kesehatan tubuh lain pada umumnya.
Selain persoalan rendahnya tingkat pendidikan masyarakat, paradigma bahwa pergi ke dokter gigi itu pasti mahal, merupakan penyebab utama keengganan masyarakat untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka selama ini.
Realisasi Program :
Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Triwidadi pada tanggal 18 Agustus 2007. Program ini merupakan program unit sehingga seluruh mahasiswa KKN PPM ikut terlibat dalam program ini sejak awal perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
Tanggung jawab sebagai sie PerKap adalah selain berusaha menyediakan alat-alat medis, juga menyiapkan perlengkapan teknis yang diperlukan. Mulai bangku, meja, sound system, hingga tenda.Selain YanKesGiLut yang digelar dengan harga ekonomis guna menjawab keengganan masyarakat yang khawatir karena persoalan biaya, program ini juga turut menyediakan pasar murah mulai penjualan sembako, jajanan hingga baju-baju murah sebagai daya tarik masyarakat. Pada hari pelaksanaan, selain bertugas sebagai sie PerKap juga memiliki tambahan peranan sebagai penjaga stand bazar baju-baju murah.
Penilaian Program :
Meskipun jumlah pasien program YanKesGiLut hanya sekitar 50 orang, namun hal ini bisa dikatakan suatu hal yang cukup baik mengingat kesadaran masyarakat terhadap kesehatan gigi & mulut yang masih kurang. Sementara antusiasme masyarakat terhadap kegiatan pasar murah khususnya stand bazar baju-baju jauh lebih tinggi, terlihat dari banyaknya masyarakat yang berbelanja hingga stok baju-baju nyaris habis.
Faktor Pendukung :
Kerjasama tim KKN PPM UGM Triwidadi 2007, serta dukungan dokter-dokter Puskesmas, dokter gigi RSGM serta Co-Ass FKG-UGM, sebagai tenaga pelaksana. Dukungan kepala Kelurahan yang telah bersedia meminjamkan balai desa, hingga berbagai sponsor yang memasok barang-barang bazar sembako. Tak lupa sokongan seluruh kepala dukuh yang telah mendorong warganya untuk menghadiri kegiatan ini.
Faktor Penghambat :
Harga paket sembako yang tidak jauh dari harga pasaran membuat masyarakat agak kecewa dengan kegiatan pasar murah. Oleh karena itu, saat pelaksanaan panitia mengambil inisiatif mengganti judul "pasar murah" dengan "pasar tiban".
Lampiran :


