Sifat Program : Interdisipliner (ID)
Jenis Program : Pokok Tema
Observasi :
Meskipun pada saat rapat konsultasi dengan warga di masa observasi awal pelaksanaan KKN PPM ini pernah dibahas mengenai pendataan golongan darah warga masyarakat Dusun Jojoran Kulon, namun setelah melihat skala prioritas, diputuskan program ini belum akan dijadikan sebuah program kerja KKN PPM. Akan tetapi, di kemudian hari pihak Puskesmas meminta kepada mahasiswa untuk mencari data golongan darah warga masyarakat Dusun Jojoran Kulon untuk dijadikan informasi awal sebelum dilakukan program kerja Pemeriksaan Golongan Darah. Berbekal hasil observasi awal saat rapat konsultasi dengan warga dan tokoh masyarakat yang menemui fakta bahwa sebagian besar warga belum mengetahui golongan darahnya masing-masing, kemudian di laksanakanlah program kerja "Pendataan Golongan Darah" ini.
Realisasi Program :
Pendataan dibagi menjadi 2 tahapan. Pertama, dengan metode penyebaran formulir ke setiap RT di Dusun Jojoran Kulon pada tanggal 9 Agustus 2007. Formulir ini berisikan kolom Nama, Tempat Tanggal Lahir, Jenis Kelamin, RT, Golongan Darah. Formulir dibagikan kepada setiap keluarga melalui ketua RT masing-masing. Formulir diisi menurut susunan anggota keluarga. Kemudian, setelah diisi formulir diserahkan kepada mahasiswa pada kegiatan Posyandu yang digabung dengan program kerja lain seperti Pemeriksaan Golongan Darah, Penyuluhan Ibu & Balita, Aksi Cinta Gizi Hewani, Perbaikan Gizi, dan lain sebagainya.
Sayangnya, pada saat pengumpulan formulir di Posyandu pada tanggal 10 Agustus 2007, tidak semua masyarakat hadir. Kalaupun hadir, kebanyakan mereka tidak menyerahkan kembali formulir yang telah dibagikan. Sehingga, pendataan dilakukan kembali dengan metode wawancara langsung kepada masyarakat yang hadir.
Data ini kemudian diserahkan kepada petugas Puskesmas sebagai acuan dalam melakukan pemeriksaan golongan darah pada hari yang sama. Selanjutnya, data hasil dari keterangan masyarakat disatukan dengan data program Pemeriksaan Golongan Darah yang menjadi bagian program interdisipliner dengan program "Pemeriksaan Golongan Darah" untuk diserahkan kepada Puskesmas.
Penilaian Program :
Dari sekitar 110 keluarga yang diberikan formulir pengisian hanya sekitar 20 keluarga yang mengembalikan formulir tersebut. Sehingga dengan demikian, bisa dikatakan program ini belum cukup berhasil.
Faktor Pendukung :
Dukungan pihak Puskesmas yang bersedia memberikan arahan terkait program ini juga peran serta kader Posyandu dan Kepala Dukuh untuk mendorong warganya hadir dalam kegiatan Posyandu merupakan faktor pendukung pelaksanaan program ini. Keterlibatan para kepala RT dalam membantu menyebarkan formulir juga menjadi hal yang paling penting.
Faktor Penghambat :
Rendahnya kesadaran warga masyarakat akan arti penting mengetahui golongan darah. Begitu juga dengan tingkat pendidikan yang kurang membuat masyarakat merasa enggan untuk mengisi formulir pendataan golongan darah. Kurangnya informasi dan komunikasi kepada warga perihal pelaksanaan kegiatan Posyandu membuat warga banyak yang tidak hadir pada kegiatan tersebut karena mengira kegiatan Posyandu ini hanya diikuti oleh mereka yang memiliki anak usia balita sebagaimana selama ini dilakukan dan tidak mengetahui ada program tambahan dari mahasiswa KKN PPM.
Lampiran :

