Menakjubkan! Kata itulah yang pertama kali terlontar dari mulut saya setelah selesai membaca cerita di bawah ini. Cerita ini saya peroleh dari Bulletin Board yang di posting oleh salah seorang teman di Friendster. Bagaimana tidak, cerita ini sungguh menyentuh saya dan tepat datang di saat saya sedang berusaha mencintai seseorang dengan sepenuh hati.
Mohon maaf untuk penulis aslinya, saya tidak dapat menuliskan nama anda disini karena memang saya tak tahu nama siapa yang seharusnya ditulis disini. Dan juga, semoga anda tidak berkeberatan atas beberapa suntingan kata maupun kalimat di dalamnya. Setidaknya, saya telah memenuhi keinginan anda untuk menyebarluaskan cerita ini ke teman-teman saya supaya mereka juga dapat menemukan dan memahami arti cinta itu.
-------
Sewaktu Boy dan Girl baru pacaran, Boy melipat 1000 burung kertas untuk Girl, menggantungkannya di dalam kamar Girl. Boy mengatakan, 1000 burung kertas itu menandakan 1000 ketulusan hatinya (wah... romantis banget, rasanya jaman ini udah nggak ada cowok yang kayak gitu lagi deh!).
Kala itu, Boy dan Girl selalu melalui setiap detik dengan indahnya cinta mereka berdua. Hanya ada canda dan tawa di antara mereka.
Tetapi pada suatu saat, Girl mulai menjauhi boy. Girl menikah dan pergi ke Perancis. Negeri impiannya! Sebelum pergi, Girl mengatakan "Kita harus melihat dunia ini dengan pandangan yang dewasa. Menikah bagi seorang perempuan adalah kehidupan yang kedua kalinya! Aku harus bisa memegang kesempatan ini dengan baik..."
"...kamu terlalu miskin Boy, sungguh aku tidak berani membayangkan bagaimana kehidupan kita setelah menikah nanti," lanjutnya.
Setelah Girl pergi ke Perancis, Boy bekerja keras. Dia pernah menjual koran, menjadi karyawan sementara, hingga bisnis kecil-kecilan. Namun, setiap pekerjaan itu dikerjakannya dengan sangat baik dan tekun.
Hari berganti pekan, bulan pun bergulir tahun, dengan pertolongan teman dan hasil kerja kerasnya, kini Boy mempunyai sebuah perusahaan. Dia sudah kaya raya. Akan tetapi hatinya masih tertuju pada Girl, dia masih tidak bisa melupakannya.
Di suatu ujung senja yang murung karena rintihan air hujan, dari dalam mobilnya, Boy melihat sepasang orang tua berjalan sangat pelan. Ia mengenali mereka, mereka adalah orang tua Girl.
Boy kemudian ingin mereka melihat kalau Boy yang sekarang tidak hanya mempunyai mobil pribadi, tetapi juga mempunyai Villa dan perusahaan sendiri. Ingin mereka tahu kalau kini dia bukanlah seorang yang miskin lagi, tapi seorang bos! Boy mengendarai mobilnya dengan sangat pelan sambil mengikuti sepasang orang tua tersebut.
Hujan terus turun, tanpa henti. Biarpun kedua orang tua itu memakai payung, tetapi badan mereka tetap basah karena hujan. Setibanya di tempat tujuan, Boy tercengang dengan apa yang ada di depan matanya, itu adalah tempat pemakaman! Dia melihat di atas papan nisan, foto Girl tersenyum sangat manis terhadapnya.
Di samping makamnya yang mungil, tergantung burung-burung kertas yang dibuat Boy beberapa tahun lalu. Dalam hujan, burung-burung kertas itu terlihat begitu hidup.
Orang tua Girl lantas memberitahu Boy, bahwa Girl tidak pergi ke Paris, tapi ia ke surga, karena kanker. Girl ingin Boy menjadi orang sukses, mempunyai keluarga yang harmonis. Maka dengan sangat terpaksa berbuat demikian terhadap Boy dahulu. Girl mengatakan bahwa dia sangat mengerti Boy, dan percaya kalau kelak Boy pasti akan berhasil.
Girl juga mengatakan, jika pada suatu hari Boy datang ke makamnya, dia berharap agar Boy mau membawakan beberapa burung kertas lagi untuknya.
Boy langsung berlutut, berlutut di depan makam Girl, menangis dengan begitu sedihnya.
Hujan pada hari Ching Ming itu terasa tidak akan berhenti, membasahi sekujur tubuh Boy. Boy teringat senyum manis Girl yang begitu manis dan polos. Mengingat semua itu, hatinya mulai meneteskan darah.
"Hatiku tidak pernah menyesal, semuanya hanya untukmu. 1000 burung kertas, 1000 ketulusan hatiku, beterbangan di atas angin. Masa lalu seperti asap, hilang dan tak kan kembali. Kini, aku hanya bisa menginginkan bintang yang lebat betebaran di langit, melewati sungai perak, dan semua itu hanya menambah kerinduan di hatiku. Apakah aku masih bisa bertemu denganmu... lagi?"
Kemudian, sewaktu kedua orang tua itu keluar dari pemakaman, mereka melihat kalau Boy sudah membukakan pintu mobil untuk mereka. Lagu sedih terdengar dari dalam mobil tersebut.
-------
Untuk seseorang yang senantiasa berada disisiku...