DepanProfilKontak
arrow ruangpengendali
spacer kodeadmin
spacer
spacer katakunci
spacer
spacer lupakatakunci
spacer daftarbaru

Album Arsip Desain Donlot Produk Profil Kontak



Mimpi Lihat Banyak Bulan, Pertanda Apakah Ini?

Ilustrasi - Mimpi Lihat Banyak Bulan Hari Ahad (30/07/2006) lalu, setelah semalaman begadang, lepas sarapan pagi sekitar pukul 10.00 pagi saya langsung terlelap. Namun, yang agak 'spesial' siang itu, ada satu mimpi yang saya ingat dengan jelas dan terasa begitu nyata saya rasakan.

Di dalam mimpi itu, saya melihat di langit siang hari bulan-bulan begitu banyak sekali..

Teman-teman saya yang hadir di dalam mimpi adalah teman-teman masa kecil saya dulu yang sudah tak pernah bertemu lagi sejak beberapa tahun silam. Tapi anehnya, sosok mereka masih berupa sosok anak-anak yang terakhir saya lihat sementara saya ya seperti sekarang ini.

Kami yang waktu itu sedang duduk santai di pinggir lapangan yang biasa digunakan untuk bermain bola, tiba-tiba dikejutkan ketika melihat ke atas langit ada 2 bulan dengan penampakan sebagaimana bulan di siang hari, putih pucat.

Saya pun menunjuk ke atas langit untuk memberitahu teman-teman saya, "Eh... apa itu? Lihat, ada 2 bulan!" Tapi tunggu! Bukan! Bukan 2... tapi 3... eh, 4... lho, 10? 20?? Ah... tak terhitung! Banyak sekali!!!

Saya segera membawa kamera saku dan mengajak teman-teman saya untuk mencari tempat yang tepat untuk bisa mengambil gambar. Gambar yang saya inginkan adalah yang dapat menangkap banyak bulan itu.

Kami berlari, kemana saja... lari terus... terus... dan terus...

Pohon tinggi kami panjat. Tapi cuma 2 bulan yang bisa tertangkap. Lalu naik ke atas atap rumah kawan kami yang berlantai 2. Belum pas juga, karena terhalang pepohonan.

Lalu saya mengajak salah seorang teman untuk berlari mengikuti orang-orang yang juga mengejar pemandangan itu, meninggalkan teman-teman yang masih keheranan di atas atap.

Kami berlari lagi... terus... hingga tiba di sebuah tanah lapang yang saya kenal. Tapi disana sudah banyak orang berkumpul, saling menunjuk ke arah langit. "Subhanalloh... banyak sekali bulannya." ucap saya, tertegun.

Namun saya tak banyak terdiam, langsung mengarahkan kamera ke atas langit. Tapi, ah... terhalang awan yang berwarna seperti genangan 'pelangi' minyak.

Saya lantas segera berlari menyusuri tanah lapang itu, terus dan terus... hingga melihat batas horizon yang kentara sekali tandanya. Saya  terdiam lagi, heran, memandangi horizon itu. Baru kali ini saya melihat horizon seperti ini, seolah diujung sanalah batas akhir dari bumi ini.

Setelah tersadar dari lamunan, saya segera mengarahkan kamera ke langit. Tapi... lho? Bulannya meletup?! Satu persatu. Mirip seperti letupan kembang api kecil. Cuma beberapa detik letupannya, lalu bulan-bulan itu pun mulai menghilang. Saya tak sanggup mengangkat kamera, hanya mampu tertegun. Ada apa ini???

Setelah semua bulan-bulan itu menghilang, saya berjalan kembali ke arah ujung lapangan yang satunya. Disana saya temui teman yang tadi berlari bersama saya sedang mengatur nafas terengah-engah. Tak ada kata yang mampu saya keluarkan untuk menjawab pertanyaan teman saya. Hanya kebimbangan, rasa bingung dan heran yang berkelebat saat itu.

Ketika kami hendak melangkahkan kaki pulang, tiba-tiba ada seorang ahli Astronomi (sepertinya saya mendengar kata 'BMG' waktu itu) sedang melayani pertanyaan masyarakat yang bingung.

Tapi... ia juga tak bisa berkata apa-apa, tak tahu apa yang sedang terjadi. Saat itu, ia dan kelompok Astronominya kebetulan sedang mengamati langit dari kubah astronomi yang ada di sisi tanah lapang itu [walau sebenarnya dulu sewaktu saya masih kecil dan main disana sih tidak ada]. Begitu bulan-bulan itu bermunculan, merekan pun bingung, tak ada tindakan, hanya mampu mengamati dari teropong besar. Namun, sang ahli itu mengatakan bahwa masyarakat tak perlu panik, tak akan terjadi apa-apa, semua sudah selesai, walau langit masih berwarna 'pelangi' minyak dan batas horizon itu pun belum menghilang.

Di tengah perjalanan pulang, saya bertemu salah seorang kawan, perempuan, dari kehidupan saya sekarang. Kami bertiga duduk di emperan teras salah satu kamar kost, tepatnya kost seorang teman kampus saya saat ini yang biasa saya kunjungi.

Kami berdua hanya mampu tertunduk lesu, lelah dan kecewa karena tak mampu mengambil gambar. Hanya perempuan itu yang tampak semangat. "Gimana tadi? Berhasil?" Hanya gelengan kepala yang saya tunjukkan. "Oohh..." jawabnya berusaha memahami keadaan kami.

Lalu, ia berusaha lagi memecah keheningan dengan bertanya kepada teman di sebelah saya yang sedari tadi hanya mampu tertunduk. "Gimana, kapan merit?" katanya dengan nada gembira sambil menepuk bahu teman saya.

Saya yang sedikit heran dengan pertanyaan itu, langsung menengok ke arah teman saya.

Lho?? Aneh!! Kok teman kecil saya.., sekarang malah berubah menjadi sosok... Suami si perempuan tadi!!! Suami yang hingga kini belum diketahui rimbanya! Suami yang sejak beberapa bulan lalu pergi meninggalkan sang istri...

Saya yang merasa jantung berdebar kencang, tiba-tiba terhenyak. Kembali ke dunia nyata. Begitu terbangun, nafas saya tersengal-sengal, keringat membanjiri baju dan kepala terasa pening. Seperti itulah keadaan saya bila bermimpi sesuatu yang cukup tampak 'nyata'.

Adakah yang bisa menafsirkan mimpi ini? Awalnya saya hanya mengira ini bunga tidur saja. Namun melihat peristiwa-peristiwa yang seolah terkait dengan kehidupan saya sekarang dan di masa lalu, saya menduga ada 'sesuatu' di balik itu semua, tapi saya tak tahu apa...

Soal kawan-kawan masa kecil saya yang sudah lama tidak berjumpa. Bulan-bulan yang bertebaran di langit seolah sebagai 'respon' atas tulisan saya tentang HOAX Planet Mars yang mengatakan bumi akan memiliki 2 bulan purnama beberapa waktu lalu. Perempuan yang meminta bantuan saya untuk mencarikan Suaminya yang menghilang sejak beberapa bulan terakhir. BMG, instansi yang sejak gempa melanda Yogya sering saya sebut-sebut di dalam blog ini.

Ada apa semua ini? Benarkah hanya sekedar bunga mimpi? Bunga mimpi yang tak ada sangkut pautnya dengan kehidupan nyata saya? Sebab, menurut sebagian kepercayaan orang, kadangkala apa yang ada di dalam mimpi itulah cita-cita yang belum tercapai, atau malahan sesuatu yang akan terjadi di kemudian hari.

Tapi, apa maksudnya??


Djogja, Wednesday, August 02, 2006 | @ 07:50 am
12 Maret 2008
Sedang mempersiapkan diri untuk pindah rumah maya... mohon do'anya ^_^

Nama :
Blog   :
Pesan :
:) :( :D :p :(( :)) :x

"KITA jarang untuk bersedekah, padahal harta itulah yang akan menolong kita kelak. Kita jarang untuk berbuat baik, padahal kita sama-sama tahu akan ada imbalan dari-Nya nanti. Kita jarang menolong teman dan tetangga dekat, padahal merekalah yang bisa kita minta bantuannya di kala susah."
(Irfan Toni Herlambang)


"MASALAH kebanyakan orang adalah bahwa mereka berpikir dengan harapan atau rasa takut atau keinginan mereka, ketimbang dengan pemikiran mereka."
(Will Durrent)


"SEORANG idealis percaya bahwa jangka pendek tak patut diperhitungkan. Seorang sinis percaya bahwa jangka panjang tak berarti apa-apa. Seorang realis percaya bahwa apa yang dilakukan atau tak dilakukan dalam jangan pendek akan menentukan jangka panjang."
(Sydney J. Harris)


"KEBAHAGIAAN bukanlah sesuatu yang kau alami, tapi sesuatu yang kau kenang."
(Oscar Levant)


"LEBIH baik menangis dengan orang-orang bijak daripada tertawa dengan orang-orang yang bodoh."
(Peribahasa Spanyol)


"KATAKANLAH kepada saya tentang sahabat anda, dan akan saya katakan siapa anda sebenarnya."
(Cervantes)


"ORANG bijak yang berkarib dengan orang jahat akan menjadi bodoh. Seorang anjing yng bertualang dengan orang baik akan berakal budi."
(Peribahasa Arab)


"RUMUS hubungan baik : Anggap semua kekacauan sebagai ujian, tapi jangan anggap ujian seolah-olah hal yang mengacaukan."
(Quentin Crisp)


"JANGAN pernah melupakan kawan lama, sebab kawan baru tak ada sebanding dengannya."
(Apocrypha)


"HIDUP itu lucu. Kalau kita menolak menerima sesuatu, maka ia akan sering mendatangi."
(W. Somerset Maugham)




ARS PERSONAL WEBLOG v4.0
ARS Yahoo! Messenger: golden_pen007
hits
Tamu Online :
Anda adalah tamu ke : sejak 20 Juni 2005

Blogdrive - Free Blog Site
 
Copyright © ARS Creations, 2004-
Made in Djogja, Rajab 1426 H / August 2005 M.