"Menurut CNN, disiarkan 3 hari yang lalu bahwa lempeng bumi di Australia sedang bergerak ke utara menuju Asia. Diperkirakan bisa bertubrukan dengan lempeng bumi di selatan pulau Jawa. Diperkirakan 11 hari setelah gempa Jogja, atau rabu besok (7 juni) akan ada gempa dahsyat dan memungkinkan terjadinya tsunami. Mohon doanya and please forward ke temen-temen lain, jangan sampai putus di tangan kamu."
Masya Alloh... siapa lagi sih orang jahat yang tega bikin isu seperti itu?! Belum pulih masyarakat Yogyakarta dan Jawa Tengah dari trauma mendalam akibat gempa dahsyat Sabtu 27 Mei 2006 lalu, sudah diteror dengan ancaman yang belum tentu kebenarannya.
Atau sengaja mau mengganggu kebahagiaan di hari ulang tahun saya?! 
Berita di atas saya terima dari beberapa teman di friendlist Y!M, e-mail dan juga SMS. Tak tanggung-tanggung, rekan-rekan saya dari luar Yogya bahkan luar negeri sana, mempertanyakan hal tersebut kepada saya dan meminta saya untuk tetap waspada.
Tak ingin larut dalam trauma, saya segera mencari informasi lebih lanjut kepada pihak yang lebih berwenang. Setelah menelusuri beberapa lama situs BMG maupun ANTARA Online, saya tak menemukan satu pun pernyataan yang membenarkan isu tersebut.
Malah, untungnya di Detik.com saya menemukan sanggahannya. Dikatakan juga disana, bahwa kabar akan terjadinya gempa & tsunami pada tanggal 7 Juni hanya kabar bohong!
Sejak awal saya juga sudah merasa ada yang tidak beres dengan berita ini, lantaran dari pengalaman yang sudah-sudah tidak ada satupun isu yang terbukti hingga hari ini. Sebelumnya pernah ada yang menyebar isu gempa yang lebih dahsyat akan terjadi pada hari yang sama (27/05/2006) pukul 22.00 WIB. Masyarakat terlanjur panik. Tapi setelah ditunggu-tunggu isu itu pun tak terbukti. Begitu juga isu akan terjadinya tsunami pada hari ketiga (30/05/2006) dengan kekuatan yang lebih besar dari tsunami di Aceh tetap tak terjadi.
Kita memang harus tetap waspada, tapi juga jangan sampai terlalu berlebihan menyikapi isu-isu seperti ini. Bahkan, jauh-jauh hari BMG telah menegaskan bahwa belum ada ahli geologi di muka bumi ini yang sanggup memprediksi kapan terjadinya gempa, apalagi sampai menyebutkan hari, tanggal dan jam!
Hal lain yang membuat saya tak mudah percaya dengan isu ini lantaran ia mencatut nama kantor berita dunia, CNN. Asal tahu saja, salah satu 'trademark' berita-berita HOAX adalah mencantumkan nama perusahaan terkenal untuk meyakinkan calon korbannya bahwa berita-berita yang mereka kirimkan itu benar adanya.
Hemat saya, bila lain waktu Anda menemukan berita-berita yang berpotensi membuat kepanikan massal, JANGAN MUDAH PERCAYA apalagi meneruskan informasi ini secara serampangan (forwarding) sebelum tahu benar/tidaknya.
Langkah yang paling bijak adalah menelusuri terlebih dahulu kepada pihak-pihak yang memang lebih berkompeten di bidangnya. Cross check atau tabayyun istilahnya. Apalagi bila mencatut nama sebuah perusahaan, sudah seharusnya tempat pertama Anda melakukan penelusuran adalah perusahaan tersebut.
Toh, sebagai orang terdidik sudah seharusnya kita lebih mempercayai para pakar yang memang ahli di bidangnya, daripada celotehan segelintir paranormal yang tak memiliki landasan keilmuan yang jelas.
Sekali lagi saya ingatkan, jangan mudah mem-forward berita-berita yang belum terbukti dengan jelas keabsahannya. Bila hal itu Anda lakukan, sama artinya Anda sedang bergabung dalam barisan orang-orang jahat yang tengah melakukan kebohongan massal!
Yang kita perlukan sekarang adalah tenang, karena dengan bersikap tenang pikiran kita pun akan lebih jernih dan tidak mudah terpancing isu. Banyak berdzikir dan bertawakkal kepada Alloh agar tidak membebani bangsa ini dengan ujian yang lebih berat lagi.
Bagi Anda yang sudah terlanjur menyebarluaskan berita-berita di atas, silahkan forward tulisan ini sebagai media pembelajaran bagi kita semua.
Link ke tulisan ini:
http://goldenpen007x.blogdrive.com/archive/292.html