MENARIK....!!!
Coba Anda buka Microsoft word, kemudian anda ketik Q33 NY (Ingat..! Harus huruf besar!). Ini adalah nomor kode penerbangan pesawat yang menabrak menara kembar WTC.
Kemudian Anda blok Q33 NY, dan anda perbesar ukuran font-nya menjadi 48, setelah itu anda ubah font-nya menjadi WINGDINGS.
Setelah itu coba anda perhatikan, menurut anda apa kaitannya dengan tragedi WTC...??? Lihat kode tersebut! Aneh kan???
Coba sebarkan hal ini, ini adalah kekuasaan Allah SWT.
Duh, lagi-lagi pesan hoax berseliweran di Y!M dan E-mail. Apa pada ga ada kerjaan lain yak daripada nyebarin berita-berita bohong seperti ini?
Pesan ini sudah saya dapatkan sejak beberapa tahun terakhir. Nyatanya sampai sekarang masih aja beredar, padahal berita miring ini sudah terbantahkan keabsahannya. Oke lah, kita semua tahu bahwa ada satu konspirasi jahat di balik tragedi WTC, tapi bukan berarti kita musti memaksakan diri untuk mengaitkan berita yang gak bener dengan konspirasi itu tho?
So, supaya kita tidak terlibat dalam kejahatan "pembohongan massal", ada baiknya kita cross check terlebih dahulu dengan sumber berita lain yang dapat dipercaya. Syukur-syukur malah hasil cross check itu yang kita sebarkan, bukan sebaliknya, berita bohong yang kita umbar.
Setidaknya saya dapat 2 (dua) referensi yang dapat memberikan keterangan resmi tentang nomor kode penerbangan pesawat yang terlibat dalam tragedi 11/9/01.
I. Dari Wikipedia, the free encyclopedia.
"Q33 NY" refers to an Internet hoax which was spread, often via e-mail, in the wake of the September 11, 2001 attacks. The hoax capitalizes on an oddity of the Wingdings symbol font.
The message claimed that "Q33 NY," the supposed "flight number" of one of the jetliners to hit the World Trade Center, becomes a message when rendered in Wingdings font.
In Wingdings, "Q33 NY" renders as:

However, "Q33 NY" is not an actual flight number or an aircraft registration number - it's a meaningless assemblage of letters and numbers designed to take advantage of the font's symbols.
In fact, no flight number has ever had the prefix "Q", as this is reserved for service abbreviations (see IATA airline designator and Q code for details).
The actual flight designations of the airplanes striking the World Trade Center were American Airlines Flight 11 (first plane) and United Airlines Flight 175 (second plane).
II. Dari Suarakarya Online.
Berita Utama
Kamis, 13 September 2001
Di Balik Tragedi Kamikaze di WTC (1)
"Kami Dibajak, Kami Dibajak" dan Pet...!
Serangan ala kamikaze maut ke gedung WTC dan Pentagon, menyisakan pengalaman traumatis bagi sebagian orang yang terlibat dalam insiden tersebut. Suara Merdeka memuat pengalaman mereka secara berseri, mulai hari ini.
Selain dua pesawat yang ditabrakkan ke WTC dan sebuah ke Pentagon (Departemen Pertahanan AS) di Washington, ternyata ada pesawat keempat yang tampaknya gagal "menjalankan misi kamikaze", karena keburu jatuh. Demikian dilaporkan koresponden Suara Merdeka di New York , Sara Ariana Fiestri.
Pesawat Boeing 757 United Airlines nomor penerbangan 93 itu, yang hanya membawa 38 penumpang, dua pilot, dan lima awak, sedang dalam perjalanan dari Newark (New Jersey) ke San Francisco.
Belakangan diketahui, pesawat yang dibajak tersebut jatuh pukul 10.00 Selasa (22.00 Selasa malam WIB), sekitar 10 kilometer sebelah timur Jennerstown, Pensylvania.
Seorang petugas darurat di Westmoreland County, tidak jauh dari Jennerstown, menerima panggilan telepon pada 09.58 dari seorang pria yang mengaku penumpang pesawat tersebut.
"Orang itu mengatakan, dirinya disekap oleh para pembajak di kamar mandi," kata Glenn Cramer, petugas tersebut. "Penumpang itu berkali-kali memberi tahu, dia tidak main-main."
"Kami sedang dibajak, kami dibajak!" kata Cramer, menirukan panggilan telepon genggam (HP) sang penumpang yang tidak sempat menyebutkan namanya itu.
"Dia kemudian mengatakan pesawat menukik turun dan pet, kontak telepon terputus. Tidak berapa lama, saya mendengar ledakan dan melihat asap mengepul dari pesawat yang jatuh," katanya.
Pakai Pisau
Sementara itu, istri Theodore Olson (Jaksa Agung Muda AS) berada di pesawat Boeing 757 nomor penerbangan 77, yang ditabrakkan pada pukul 09.45 oleh pembajaknya ke gedung Departemen Pertahanan AS yang populer dengan sebutan Pentagon.
Para pejabat mengatakan, Nyonya Olson memberi tahu suaminya bahwa para pembajak menggunakan alat semacam pisau untuk mengambil alih pesawat nahas itu dari para awaknya. Dia mengatakan, semua penumpang dan awak diperintahkan duduk di bagian belakang.
Theodore Olson membenarkan, istrinya sempat meneleponnya dengan HP sebelum pesawat itu ditabrakkan ke sasaran. "Dia menelepon dari pesawat. Saya semula tidak percaya akan apa yang terjadi, tapi itulah kenyataannya," katanya.
Di tempat terpisah, seorang pengusaha yang naik pesawat United Airlines yang ditabrakkan ke WTC di New York, diketahui dua kali menelepon ayahnya ketika pesawat itu mulai diambil alih pembajak.
FOX News melaporkan, ayah korban mengatakan, pada panggilan telepon yang pertama anaknya memberi tahu, seorang pramugari ditikam. Pada panggilan kedua, dikatakan pesawat sedang menukik turun.
Dan, seorang awak pesawat penumpang kedua (milik American Airlines) yang menghantam WTC, juga melakukan panggilan telepon darurat dari bagian belakang pesawat.
Awak tersebut memberi tahu staf American Airlines, seorang rekannya telah ditikam, kabin diambil alih para pembajak, dan pesawat turun tajam ketika berada di atas New York.
dst...(ed-30t)