Original message from harry:
-------------------------------------------------------------------------------------
Fren, aku dapat berita menarik dari kawanku dari jogja dia baru dapet laptop baru 2 minggu tadi mula2 cuma iseng katanya gak keluar uang juga cuma register kirim ketemen tau22ny sebulan kemudian laptop mampir ke rumah.
klik aja kesini dijamin gak bakal nyesel...gak pake modal
http://notebook.GustoNetwork.com/index.php?mid=35213
kalau gak buka internet explorer baru copy and paste aja linknya. Lalu klik register. Setelah selesai register anda diberi referrals dengan mengklik "No Thanks. Just continue to notebook.GustoNetwork.com"
2. selanjutnya klik menu (tab) referrals (dibagian atas web yang sudah anda register), lalu klik link sponsor search engine, kemudian klik link kembali ke GustoNetwork maka anda akan melihat URL atau link REFERAL anda seperti diatas.
3. Informasikan link URL yg anda dapat dr langkah No.2 kepada teman-teman anda mengenai produk notebook Acer ini, cukup 18 orang yang mendaftar dari referrals anda.
4. Setelah 18 orang mendaftar melalui referrals anda, tinggal Order Notebook Acer Travelmate, IP4 2,8 GHz Langsung dikirim ke alamat rumah anda.
Selamat mencoba, mari kita dapetin Laptop bareng2. Di coba ya... Insya 4JJ1 dapet... Amin... Thx.
Pernah mendapat pesan seperti di atas? Saya rasa kebanyakan dari anda pernah, tapi yang jadi pertanyaan kemudian adalah bagaimana sikap anda setelah mendapat pesan tersebut? Langsung terbuai iming-imingannya dan mencoba atau mengacuhkannya begitu saja?
Sebenarnya saya sudah malas berurusan dengan pesan-pesan bualan seperti ini, tapi karena pada kenyataannya berita ini kembali marak beredar di friendster dan milis yang saya ikuti, mau tidak mau saya harus memberi penjelasan ulang supaya tidak ada lagi korban penipuan berita tak bertanggung jawab ini. Setidaknya orang-orang di dekat saya..
Friends, jaman boleh sulit, uang boleh seret, tapi jangan sampe pikiran kita terbelenggu dan semakin tidak rasional saja lah..
Sebagai manusia modern seharusnya kita bisa lebih cermat dan cerdas dalam menyerap informasi seperti ini.
TIDAK ADA YANG GRATIS
Ingat, bahwa pada prinsipnya tidak ada hal yang gratis di dunia ini, terlebih di tengah masa-masa krisis. Kalaupun ada dermawan yang secara sukarela ingin membagikan sedikit rejekinya, saya yakin nilainya tidak akan terlalu sefantis ini. Itupun juga lebih kepada untuk tujuan pendidikan.
Seperti 2 CD yang pernah saya terima dari Project Guttenberg, walau dikirim secara langsung dan gratis dari Chicago, AS, namun nilainya tak lebih dari $3. Atau paket CD Linux Ubuntu yang tengah marak beberapa waktu lalu, serta tawaran Al Qur'an dan buku-buku Islam dari organisasi Al Haramain di Arab Saudi yang telah ditutup gara-gara difitnah sebagai organisasi jaringan teroris. Ya, walau semua itu dapat kita miliki secara gratis, tapi tidak mungkin setiap orang yang memesan itu akan mendapatkan nilai puluhan juta rupiah!
PERUSAHAAN BISNIS
Kita bisa melihat dengan jelas, siapa sih yang berada di belakang lelucon ini? Ternyata, melihat logo yang tertera di situsnya, ia adalah sebuah perusahaan bisnis dari Kanada.
Terlepas dari kenyataan perusahaan ini benar-benar ada/tidak, tapi sejak kapan sebuah perusahaan bisnis yang secara naluriah punya "libido" kuat untuk terus mengeruk keuntungan, tiba-tiba memiliki 'rasa sosial'? Nonsense bila ada perusahaan komersil yang mau memberi laptop senilai jutaan rupiah tanpa ada embel-embelnya.
TAKTIK PROMOSI
Alasan pengadaan bagi-bagi laptop gratis ini sebagai 'ongkos promosi' saya rasa terlalu naif. Mereka tentu bisa menggunakan media promosi yang lebih memiliki jaminan massif ketimbang promosi secara personal.
Saya justru melihatnya lebih kepada keinginan perusahaan untuk mendapatkan promosi gratis dari mulut ke kuping (kalo mulut ke mulut bisa bahaya yak!
). Tidak ada itikad baik dari perusahaan untuk benar-benar mewujudkan tawarannya. Setidaknya, benar-benar gratis...
KEUNTUNGAN SEMATA-MATA DI PIHAK PERUSAHAAN
Ya, selain mendapat keuntungan dari 'semangat' para korbannya untuk menularkan informasi ini sebagai taktik promosi, secara nominal ternyata harga penjualan dengan "sistem" ini terbukti jauh lebih menguntungkan!
Pasalnya, pernah di suatu milis ada teman yang mengaku pernah mengikuti program ini dan dia telah berhasil mengikuti semua persyaratan diminta. Yaitu, me-referral kepada 18 (delapan belas) orang lainnya. Namun apa yang terjadi? Dia diminta untuk membeli salah satu produk mereka seharga minimal Rp. 400.000,- terlebih dahulu. Sebuah persyaratan yang tidak pernah disinggung-singgung sebelumnya!
Selesai persoalan? Oh, tidak! Ternyata... pihak penyelenggara lagi-lagi bikin ulah. Peserta baru bisa mendapatkan sebuah komputer Notebook bermerk Acer TravelMate® itu bila ke-18 referral-nya juga melakukan hal yang sama. Me-referral kepada 18 orang lain dan juga membeli produk seharga minimal Rp. 400.000,-!
So, Anda bisa menghitung dong dari satu orang pihak perusahaan bisa menjual satu buah laptop seharga berapa rupiah?
(A + 18) x 400.000 = Rp. 7.600.000,-
Silahkan anda bandingkan sendiri dengan harga toko umumnya untuk jenis dan merk notebook yang sama. Tapi, Rp. 400.000,- itu juga sudah setahun lebih yang lalu lho. Entah sekarang.
Keuntungan ganda perusahaan lainnya adalah, kalaupun peserta tidak bersedia membeli produk mereka, toh informasi produk mereka sudah sampai kepada telinga sekurang-kurangnya 324 orang (18 x 18 orang) dari promosi yang dilakukan oleh satu orang itu tadi.
Suatu saat saya iseng ingin mencoba mencari tahu kebenaran soal ini. Maka, saya ikuti saja aturan mainnya. Selesai me-referral kepada 18 orang, ternyata benar kolom Orders yang seharusnya sudah terbuka dan berisi sederetan jenis laptop yang dijanjikan belum berganti. Disitu masih saja dikatakan bahwa saya harus menyelesaikan tahap 1 dan 2 (referral).
Walau sudah yakin ini hanya akal bulus, saya coba teliti kembali point-point persyaratan dari awal saya sign-up. Ternyata benar, tak ada satu point pun yang saya lewati, semua sesuai dengan petunjuk yang tertera. Maka, terakhir saya kembali ke kolom referral. Mau tahu apa yang terjadi? Silahkan klik dan perbesar gambar disamping (dengan alasan privasi, nama dan alamat e-mail saya kaburkan).
Ya, semua link referral saya masih berstatus "pending". Kuat dugaan saya, apa yang diceritakan teman di milis itu benar adanya, bahwa link-link itu belum melakukan referral seperti yang saya lakukan. Maka, bila saya ingin mendapatkan laptop tersebut, saya harus menunggu status mereka semua "aktif" dan masing-masing membeli produk dari perusahaan ini sebesar minimal Rp. 400.000,-.
Masih tidak percaya juga? Silahkan coba saja sendiri, sampai tangan anda keriting dan pulsa internet membengkak yang akhirnya membuat nangis darah pun pasti ga bakal dapet tuh laptop.
Sudahlah... kalo emang sudah pasrah dengan kehidupan ini dan mau cepat kaya, mendingan pelihara tuyul aja deh! Yah... itu sih juga kalo udah kebal sama yang namanya dosa 