Masih menyambung dengan pembahasan sebelumnya, kali ini saya coba menyoroti fenomena penggunaan kata ALLAH, ALLOH dan 4JJ1.
Ada sebagian kalangan yang menolak bahkan hingga melarang menggunakan karakter 4JJ1 untuk mewakili penulisan asma الله. Alasannya, hal itu sama saja dengan mengandung unsur penghinaan dan tidak dapat disamakan dengan karakter الله.
Biasanya, hal ini --lagi-lagi-- terjadi dan beredar luas dalam dunia virtual digital yang tentunya memiliki keterbatasan dimensi. Sehingga apa yang ada di dalamnya dapat dipastikan tidak selalu memiliki kesamaan bentuk dengan apa yang ada di dalam dunia nyata tempat kita hidup saat ini.
Yuk, kita coba telaah dan analisa bersama, semoga dengan ini "kekakuan" yang telah terbentuk bisa sedikit mendapat "pencerahan".
Pertama, MASALAH KEMIRIPAN.
Jika ada golongan yang menolak penggunaan karakter 4JJ1 dengan alasan tidak memiliki kemiripan sama sekali dengan lafadz aslinya, saya memiliki 2 pandangan untuk mereka.
- Kurangnya jam terbang dalam dunia SMS.
Seperti yang sudah saya singgung pada pembahasan sebelumnya, bahwa SMS adalah dunia yang penuh dengan bahasa "planet", berwujud singkatan-singkatan atau icon smiley. Sehingga sangat wajar bagi mereka yang baru bergabung dalam dunia ini akan banyak mengerutkan dahi membaca pesan-pesan yang tak jarang amat sangat padat dengan bermacam karakter anehnya.
Jadi, untuk memahami seluruh karakter yang ada harus didukung dengan pengalaman dan juga pengetahuan untuk hal itu. Sebab, di dunia macam ini tidak selamanya suatu huruf/angka itu dibaca apa adanya setelah digabungkan dengan karakter lain.
- Pola pikir yang terlalu sempit.
Tidak selamanya orang yang sudah cukup mengerti dan "memaklumi" penggunaan bahasa SMS mau menerima, hal ini disebabkan semata-mata karena pola pikir yang terlalu sempit.
Jika dikaitkan dengan segi kemiripan, maka seperti kata saya di atas, "Dalam dunia SMS tidak selamanya suatu huruf/angka itu dibaca apa adanya." Sehingga, jika ingin berkata jujur seharusnya dibaca sebagai berikut:
Angka 4 - Mewakili huruf ـه (ha)
Huruf J - Mewakili huruf ل (lam)
Angka 1 - Mewakili huruf ا (alif)
4JJ1 <-> الله
(apa benar tidak memiliki kemiripan??)
Kedua, DITULIS HARUS SESUAI LAFADZNYA.
Jika yang dimaksud adalah harus benar-benar pas sesuai dengan الله dan tidak sekedar 4JJ1, maka yang perlu saya pertanyakan disini adalah media apa yang dipergunakan?
Jika dalam bentuk tulisan di atas kertas tentu mudah saja hal itu dilakukan. Namun bagaimana jika menggunakan SMS? Apakah semua merk ponsel mendukung karakter ini? Barangkali ponsel mahal anda bisa dengan mudah menulis karakter ini, tapi begitu dikirim ke ponsel teman anda yang hanya seharga 200-300 ribu belum tentu dapat terbaca dengan baik disana, malahan bisa bikin hang.
Setidaknya menurut saya penggunaan karakter 4JJ1 dapat menjadi alternatif karena dapat diterima di semua merk ponsel yang mendukung SMS, walau memang terkadang bentuknya tidak terlalu sempurna. Hal ini semata-mata lebih dikarenakan perbedaan kualitas ponsel yang bersangkutan.
Ketiga, AMMBIGUITAS ALLAH DAN ALLOH
Tidak fair jika hanya "menggugat" penggunaan kata 4JJ1 sementara kebiasaan menulis lafadz الله dalam bentuk latin berupa "ALLAH" masih terus dipertahankan.
Mengapa?
Sebab jika ingin berbicara masalah kerentanan penulisan "ALLAH" inilah yang justru menurut saya lebih rentan. Pasalnya, kata "ALLAH" dapat dibaca sesuai huruf-huruf aslinya (A - L - L - A - H) yang berarti tuhan yang lain itu dan bukan sesuai makhroj/pengucapan aslinya "ALLOH" (A - L - L - O -H), Robbul Izzati.
Contoh:
Allah telah memerintahkanmu untuk menebarkan kedamaian di dunia.
-> Siapa "Allah" yang dimaksud disini? Kalau ada embel-embel 'kedamaian', jika yang membaca non-muslim maka bisa saja bagi ditafsirkan sebagai tuhan mereka, lantaran istilah "damai" seolah sudah menjadi trade mark agama mereka (terlepas dari kenyataan yang sesungguhnya). Namun, bukankah Islam sesungguhnya juga diturunkan untuk menebarkan kedamaian dan bukannya permusuhan?
Jadi hemat saya, jika ingin lebih save hendaknya mulai sekarang bagi anda sobat muslim tinggalkanlah kebiasaan menulis lafadz الله dengan "ALLAH".
Apa susahnya mengganti satu huruf saja dengan "ALLOH" yang akan menjadi pembeda (Al Furqon)? Lagipula jika ditinjau dari segi tulisan ataupun pengucapannya akan lebih pas rasanya dan tidak menimbulkan ambiguitas.
Semoga tulisan ini bermanfaat.
Allohu'alam bish showab.