DepanProfilKontak
arrow ruangpengendali
spacer kodeadmin
spacer
spacer katakunci
spacer
spacer lupakatakunci
spacer daftarbaru

Album Arsip Desain Donlot Produk Profil Kontak




Bom Poso, Oleh-oleh Akhir Tahun

Sekali lagi, Indonesia tengah diuji. Bukan sekali ini saja tanah ibu pertiwi dirundung duka. 7 orang anak bangsa tewas dan 40 orang lebih lainnya luka-luka paska ledakan bom di Poso, menjelang malam pergantian tahun.

Berbagai reaksi pun muncul dari banyak kalangan. Mulai dari kalangan masyarakat biasa, anggota DPR hingga pihak Eksekutif sekelas RI-1 dan RI-2. Intinya, mereka semua menyayangkan mengapa Poso harus tergores kembali di saat luka itu baru saja mulai kering?

Saya jadi bertanya-tanya sendiri. Sebenarnya dimana letak akar permasalahannya? Jika merunut dari peristiwa yang sudah-sudah, setidaknya ada 3 pokok persoalan yang patut diduga sebagai penyebab konflik tersebut.

Pertama, konflik agama. Jika memang benar, maka seharusnya hal ini tidak perlu terlalu lama berlarut-larut terjadi. Sebab, bukankah kedua belah pihak yang bertikai selama ini sudah pernah duduk bersama dalam perjanjian Malino I & II? Jika ada salah satu pihak yang masih kurang sepakat dengan butir-butir yang pernah mereka tanda-tangani, mengapa tidak mencoba untuk duduk bersama kembali?

Ah, tapi rasanya tidak mungkin. Yang paling masuk akal adalah, bahwa pelaku itu adalah orang ketiga yang tidak menginginkan perjanjian Malino berjalan dengan baik. Sehingga, sudah sepatutnya deklarator Malino I & II segera bergandengan tangan dan membuat pernyataan sikap bersama agar masyarakat tidak terprovokasi dan mencari oknum yang berusaha memecah kedamaian Poso itu.

Kedua, kepentingan politik. Indikasinya adalah bahwa Sulawesi secara umum baru saja melakukan suksesi Pilkada. Lantas, mengapa Poso yang dipilih sasaran bom? Sebab, dianggap sebagai jantung Sulawesi. Bukan hal baru, jika suatu daerah tengah mengadakan suksesi kepemimpinan, ada saja pihak-pihak yang tidak puas. Entah itu dari pemegang kekuasaan sebelumnya, ataupun rival yang kalah dalam kompetisi tersebut.

Secara umum, segala bentuk tindakan teror itu pastilah memiliki pesan-pesan politik tertentu. Namun, yang jadi pertanyaan kepada siapakah pesan itu hendak disampaikan? Kepada penguasa setempat (kepala daerah) atau pemerintah pusat?

Ketiga, kepentingan bisnis. Peredaran bom berdaya ledak cukup tinggi dan juga berbagai senjata ber"merk" TNI di tengah masyarakat Poso membuat banyak kalangan menduga kepentingan bisnis-lah yang paling kuat untuk dijadikan dugaan motif di balik konflik Poso.

Penangkapan beberapa oknum mantan anggota TNI dan POLRI yang desersi beberapa waktu lalu semakin menguatkan dugaan ini. Dari hasil pemeriksaan, memang mereka mengakui telah menjual berbagai perlengkapan militer di pasar gelap daerah-daerah yang rawan konflik.

Namun, apapun motif yang melatarbelakanginya, mengapa tega mengorbankan warga sipil yang tidak tahu menahu soal politik atau permainan bisnis haram para pejabat militer?

Dan, yang penting sekarang adalah, masyarakat tengah menunggu kinerja aparat guna mengungkapkan siapa gembong dibalik semua kerusuhan ini. Kita semua tentu berharap, bahwa aparat, khususnya BIN tidak hanya mampu memberikan pernyataan-pernyataan spekulatif yang hanya akan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, lantaran mudah timbul rasa saling mencurigai satu dengan yang lain.


Djogja, Tuesday, January 03, 2006 | @ 05:18 am
12 Maret 2008
Sedang mempersiapkan diri untuk pindah rumah maya... mohon do'anya ^_^

Nama :
Blog   :
Pesan :
:) :( :D :p :(( :)) :x

"KITA jarang untuk bersedekah, padahal harta itulah yang akan menolong kita kelak. Kita jarang untuk berbuat baik, padahal kita sama-sama tahu akan ada imbalan dari-Nya nanti. Kita jarang menolong teman dan tetangga dekat, padahal merekalah yang bisa kita minta bantuannya di kala susah."
(Irfan Toni Herlambang)


"MASALAH kebanyakan orang adalah bahwa mereka berpikir dengan harapan atau rasa takut atau keinginan mereka, ketimbang dengan pemikiran mereka."
(Will Durrent)


"SEORANG idealis percaya bahwa jangka pendek tak patut diperhitungkan. Seorang sinis percaya bahwa jangka panjang tak berarti apa-apa. Seorang realis percaya bahwa apa yang dilakukan atau tak dilakukan dalam jangan pendek akan menentukan jangka panjang."
(Sydney J. Harris)


"KEBAHAGIAAN bukanlah sesuatu yang kau alami, tapi sesuatu yang kau kenang."
(Oscar Levant)


"LEBIH baik menangis dengan orang-orang bijak daripada tertawa dengan orang-orang yang bodoh."
(Peribahasa Spanyol)


"KATAKANLAH kepada saya tentang sahabat anda, dan akan saya katakan siapa anda sebenarnya."
(Cervantes)


"ORANG bijak yang berkarib dengan orang jahat akan menjadi bodoh. Seorang anjing yng bertualang dengan orang baik akan berakal budi."
(Peribahasa Arab)


"RUMUS hubungan baik : Anggap semua kekacauan sebagai ujian, tapi jangan anggap ujian seolah-olah hal yang mengacaukan."
(Quentin Crisp)


"JANGAN pernah melupakan kawan lama, sebab kawan baru tak ada sebanding dengannya."
(Apocrypha)


"HIDUP itu lucu. Kalau kita menolak menerima sesuatu, maka ia akan sering mendatangi."
(W. Somerset Maugham)




ARS PERSONAL WEBLOG v4.0
ARS Yahoo! Messenger: golden_pen007
hits
Tamu Online :
Anda adalah tamu ke : sejak 20 Juni 2005

Blogdrive - Free Blog Site
 
Copyright © ARS Creations, 2004-
Made in Djogja, Rajab 1426 H / August 2005 M.