Nah, di sepuluh malam terakhir ini ada satu amalan lagi ni yang kudu kamu lakonin supaya Ramadhan kali ini komplit..plit..plit.. Apaan tuh?! Ya apalagi kalo bukan I'tikaf! Rasane belum plong gitu yah ngeliwatin Ramadhan tanpa I'tikaf. Nah, bagi kamu-kamu yang berniat untuk melaksanakan I'tikaf, langsung aja deh simak baik-baik bekal dibawah ini biar kamu makin MANTAB menjalankannya! 
Kemarin saya kan juga udah sedikit menyinggung tentang makna I'tikaf, sekarang giliran persoalan teknisnya deh yang dibahas. Yuk...simak yuk...
TANYA :
Jika Seseorang ingin I'tikaf pada sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan kapan waktu memulai dan mengakhirinya?
JAWAB :
Mulai I'tikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan adalah setelah sholat subuh. Sebagaimana diriwayatkan oleh ibunda Aisyah radhiyallohu 'anha:
"Bahwa Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam jika hendak beri'tikaf, beliau sholat Fajar kemudian masuk ke tempat I'tikafnya."
(HR. Bukhari & Muslim)
Mulai I'tikaf juga dapat diawali pada malam ke-21 bulan Ramadhan sebelum tenggelam matahari. Adapun berakhirnya pada saat matahari tenggelam di hari terakhir Ramadhan.
TANYA:
Apa saja yang disunnahkan bagi orang yang beri'tikaf?
JAWAB:
Bagi orang yang beri'tikaf, maka dia disunnahkan melakukan hal-hal sebagai berikut:
- Bersungguh-sungguh untuk mengisi waktunya dengan menghidupkan malam dan memperbanyak ibadah seperti tilawah, dzikir, dan lain lain. Sebagaimana yang dilakukan oleh Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam:
"Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam ketika memasuki sepuluh hari terakhir menghidupkan malam harinya, membangunkan keluarganya dan mengencangkan ikat pinggangnya."
(HR. Bukhari & Muslim)
Dan diriwayatkan oleh Muslim:
"Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam bersungguh-sungguh di sepuluh hari terakhir, sesuatu yang tidak dilakukan di waktu lainnya."
- Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam menganjurkan mengisi waktu i'tikaf dengan qiyamul lail, seperti disebutkan dalam hadits:
"Siapa yang bangun di Lailatul Qadr penuh keimanan dan perhitungan maka diampuni dosa yang telah dilakukannya."
- Do'a yang paling utama dibacakan adalah sebagaimana diajarkan Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam kepada Aisyah radhiyallohu 'anha:
"Ya Alloh sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, dan mencintai pengampunan, maka ampunilah aku."
(HR. At Tirmidzi, Ibnu Majah dan An Nasa'i)
Tarhib dan Panduan Ramadhan
DR. Salim Seegaf Al Jufri, MA
.: Bersambung :.